ST 12

ST 12 bukanlah sebuah grup musik yang sedang digandrungi kaum muda, tapi ST 12 ini membuat hati senang dan sedih. ST 12 dilahirkan di Jakarta tanggal 2 Juni 2008 oleh Sekretaris Jenderal Dephan. ST 12 adalah Surat Telegram nomor 12/2008. Isinya tentang Tertib Administrasi Pembinaan Personel di lingkungan Dephan. ST 12 ini terbit berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor : PER/07/M/IV/2008 tanggal 28 April 2008 yang menindaklanjuti Keputusan Presiden RI Nomor 165 tahun 2000, Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2002, Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2002, dan Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 2003.

Bunyi ST 12 sebagai berikut : “… Mengadakan rotasi jabatan struktural eselon IV yang dijabat oleh PNS berpangkat Pembina Gol. IV/a untuk diarahkan ke dalam jabatan eselon III/Jabfung …, dengan pertimbangan bahwa jabatan struktural eselon IV hanya diduduki oleh PNS dengan jenjang pangkat Penata Gol. III/c  s.d. Penata Tk. I Gol. III/d … “.

Personel Dephan.

Dephan sebagai departemen yang bertanggung jawab dalam perumusan kebijakan pertahanan, diawaki oleh personel militer maupun PNS dengan berbagai spesialisasi dan kualifikasi. Komposisi personel  Dephan pada bulan Juni tahun 2007 sebagai berikut : Eselon-I sebanyak 14 orang, Eselon-II sebanyak 49 orang, Eselon-III sebanyak 155 orang dan Eselon-IV sebanyak 373 orang. Standar kompetensi personel yang menduduki jabatan struktural sedang dilakukan revisi, karena adanya perubahan struktur organisasi Dephan. Standar kompetensi jabatan yang ada belum menjelaskan pengembangan kualitas personel di masing-masing unit organisasi.

Sesuai UU No. 34 Tahun 2004 Dephan sebagai Instansi Pemeritah dalam pengisian jabatannya dapat diawaki oleh personel TNI karena personel militer relatif memiliki pangetahuan dan pengalaman bidang pertahanan, maka bila ditinjau dari pengawakan militer dan sipil memiliki komposisi perbandingan prosentase personel Militer dengan PNS pada tiap-tiap eselon  sebagai berikut :

1)            Militer : PNS untuk Eselon I   = 64,3 %  : 35,7 %

2)            Militer : PNS untuk Eselon II  = 92 %     : 8,12 %

3)            Militer : PNS untuk Eselon III  = 87,7 %  : 10,3 %

4)            Militer : PNS untuk Eselon IV = 51,21 % : 38,87 %

Berdasarkan laporan Biro Kepegawaian Dephan sesuai tabel 3 menunjukan bahwa, jumlah personel TNI pria dan wanita dari segala pangkat sebanyak 1083 orang dan Jumlah personel PNS pria dan wanita dari segala pangkat sebanyak  4339 orang, Personel PNS tersebut termasuk personel sebanyak 1299 orang yang bertugas di UPN. Dilihat dari jumlah personel secara keseluruhan, prosentase personel TNI yang bekerja di Dephan sebangak  19,97 % sedangkan personel PNS sebanyak 80, 03 %.  Tetapi  apabila dilihat dari prosentase pejabat struktural, prosentase pejabat TNI masih lebih besar dibanding pejabat dari PNS.

Personel PNS Dephan ditinjau dari sisi pendidikan, maka berdasarkan data yang ada menunjukan bahwa yang berpendidikan S-3 sebanyak 4 orang, S-2 sebanyak 64 orang, S-1 sebanyak 444 orang, D-III sebanyak 133 orang, SMA sebanyak 2189 orang, dan SMP sebanyak 158 orang. Personel PNS Dephan yang sudah mengikuti Diklatpim TK-II sebanyak 4 orang,  Diklatpim TK-III sebanyak 136 orang dan Diklatpim TK-IV sebanyak 527 orang.

Badiklat Dephan

Organisasi Dephan berdasarkan Permen/01/M/VIII/2005 saat ini sedang dikaji ulang. Dan kemungkinan akan ada revisi Organisasi Dephan. Perubahan Organisasi Dephan akan mengakibatkan perubahan Daftar Susunan Personil. Hal ini membutuhkan perhitungan yang cermat dan pertimbangan yang matang untuk menjalankan ST 12 dihadapkan kepada Organisasi Dephan (baru).

Badiklat Dephan, sebagai Satuan Kerja yang menangani pendidikan dan pelatihan di lingkungan Dephan serta sebagai instansi Pembina Widyaiswara di lingkungan Dephan, telah menyiapkan diri untuk memfalisitasi personel yang berkeinginan menjadi widyaiswara. Kondisi saat ini, Badiklat Dephan memiliki 14 Widyaiswara (akreditasi LAN) dan masih membutuhkan banyak widyaiswara (akreditasi LAN) mengingat beban diklat (53 diklat yang diselenggarakan di Badiklat), meskipun ada jabatan Staf fungsional yang dijabat oleh personel TNI dan yang telah membantu dalam pembelajaran.

Untuk mendapatkan jabatan fungsional Widyaiswara diharuskan mengikuti Diklat dan Seleksi Calon Widyaiswara yang dilaksanakan oleh LAN (Lembaga Administrasi Negara).  Diklat ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan.

Nah, bagi PNS yang berkeinginan mengikuti diklat tersebut, diharap segera menyiapkan diri baik secara administrasi maupun mental.

Namun ada beberapa pertanyaan untuk menindaklanjuti ST12 yaitu :

Berapa banyak pejabat eselon yang terkena rotasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional ?

Berapa banyak personel Dephan yang berkeinginan menjadi widyaiswara ?

Akankah Badiklat menyelenggarakan Diklat ini bekerjasama dengan LAN jika calonnya banyak ?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tergantung dari berapa kecepatan satker-satker di lingkungan Dephan menanggapi ST 12 tersebut. (roctak)

~ oleh proglap pada Juni 23, 2008.

2 Tanggapan to “ST 12”

  1. Selamat datang blog Bag Proglap! Mari kita kembangkan dan promosikan blog kita agar bermanfaat bagi kita semua!
    —————————
    @Pak Anton H Biantoro : Thanx atas kunjungannya. Semoga bermanfaat…Aamiiin.

  2. Kapan Tar WI dilaksanakan ?
    salam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: