TOR

TORnya mana ? Pertanyaan itu muncul jika kita ingin membuat sebuah kegiatan dan kegiatan tersebut bukan kegiatan rutin.
Apa sih TOR itu ?
Term of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kegiatan merupakan gambaran umum dan penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga.  
Isinya apa saja, sich ?
Pada Kerangka Acuan Kegiatan tercakup latar belakang, maksud dan tujuan, indikator keluaran dan keluaran, cara pelaksanaan kegiatan, pelaksana dan penanggungjawab kegiatan, jadwal kegiatan, dan biaya kegiatan.  
TOR..untuk apa dan bagaimana formatnya ?
Untuk menjamin efisiensi, efektifitas, kelancaran dan keseragaman tata urut dan  materi kegiatan maka perlu disusun format Kerangka Acuan Kegiatan sebagai berikut :
 
Format Kerangka Acuan Kegiatan
Kementerian Negara/Lembaga : ….…………….
Unit Organisasi                        : ………………..
Program                                   : ………………..
Sasaran Program                      : …..……………
Usulan SBK                               : Kegiatan/Sub Kegiatan/Detil Kegiatan
Kegiatan                                   : …..……………
Sub Kegiatan                            : …..……………
Detil Kegiatan                           : …………………
1. Latar Belakang
  • Dasar Hukum
  • Gambaran Umum
  • Alasan Kegiatan Dilaksanakan
2. Kegiatan yang Dilaksanakan
  • Uraian Kegiatan
  • Batasan Kegiatan
3. Maksud dan Tujuan
  • Maksud Kegiatan
  • Tujuan Kegiatan
4. Indikator Keluaran dan Keluaran
  • Indikator Keluaran (kualitatif)
  • Keluaran (kuantitatif)
5. Cara Pelaksanaan Kegiatan
  • Metode Pelaksanaan
  • Tahapan Kegiatan
6. Tempat Pelaksanaan Kegiatan
7. Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatan
  • Pelaksana Kegiatan
  • Penanggungjawab Kegiatan
  • Penerima Manfaat.
8. Jadwal Kegiatan
  • Waktu pelaksanaan Kegiatan
  • matrik pelaksanaan kegiatan
9. Biaya : total biaya yang diperlukan.
 
 
Pejabat Penanggungjawab
(……………………………………)
 
Bagaimana mengisinya ?
Tata cara pengisian format Kerangka Acuan Kegiatan adalah sebagai berikut :
  1. Kementerian Negara/Lembaga, diisi dengan nomenklatur Kementerian Negara/Lembaga.
  2. Unit Organisasi, diisi dengan nomenklatur Unit Eselon I yang bersangkutan.
  3. Program, diisi dengan program.
  4. Sasaran Program, diisi dengan sasaran program dalam Rencana Kerja.
  5. Usulan SBK, diisi sesuai dengan posisi (level) usulan SBK serta keterkaitan dengan kegiatan, sub kegiatan, dan detil kegiatan.
  6. Sistematika Kerangka Acuan Kegiatan :
  • Latar Belakang. Menjelaskan dasar hokum yang terkait dan kebijakan Kementerian Negara/Lembaga yang merupakan dasar keberadaan kegiatan/aktifitas berkenaan berupa Peraturan Perundangan yang berlaku, Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga, dan Tugas Fungsi Kementerian Negara/Lembaga, sedangkan gambaran umum merupakan penjelasan secara singkat mengapa (why) kegiatan tersebut dilaksanakan dan alasan penting kegiatan tersebut dilaksanakan serta keterkaitan kegiatan yang dipilih dengan kegiatan keluaran (output) dalam mendukung pencapaian sasaran dan kinerja program, yang akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan kebijakan.
  • Kegiatan yang dilaksanakan. Menjelaskan uraian kegiatan apa (what) yang akan dilaksanakan dan batasan kegiatan.
  • Maksud dan Tujuan. Menjelaskan mengapa (why) kegiatan harus dilaksanakan dan berisikan hasil akhir yang diharapkan dari suatu kegiatan (bersifat kualitatif) serta manfaat (outcome) kegiatan.
  • Indikator Keluaran dan Keluaran. Menjelaskan indikator keluaran berupa target yang ingin dicapai (bersifat kualitatif) dan keluaran (output) yang terukur dalam suatu kegiatan (bersifat kuantitatif).
  • Cara Pelaksanaan Kegiatan. Menjelaskan bagaimana (how) cara pelaksanaan kegiatan baik berupa metode pelaksanaan, komponen, tahapan dalam mendukung pencapaian keluaran (output) kegiatan.
  • Tempat Pelaksanaan Kegiatan. Menjelaskan dimana (where) kegiatan tersebut dilaksanakan.
  • Pelaksana dan Penanggungjawab kegiatan. Menjelaskan siapa (who) saja yang terlibat dan bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatannya.
  • Jadwal Kegiatan. Menjelaskan berapa lama dan kapan (when) kegiatan tersebut dilaksanakan, dengan dilengkapi time table kegiatan.
  • Biaya. Berisikan total biaya (how much) kegiatan sebesar nilai nominal tertentu yang dirinci dalam RAB sebagai lampiran TOR.
  • Penandatanganan TOR. Diisi pejabat yang bertanggungjawab pada kegiatan yang dilaksanakan.
Nah seperti itu, cara mengisinya.
Semoga bermanfaat.
Apakah TOR yang anda buat sudah mengikuti aturan seperti di atas ?

 

😀

 

(rok)

~ oleh proglap pada Agustus 27, 2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: